DETAIL BERITA

UTS Genap TA 2025–2026 STAI Taswirul Afkar Surabaya Digelar 20–22 April 2026

Oleh. Rozy Category. Public

Public

Surabaya — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Taswirul Afkar Surabaya melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) Genap Tahun Akademik 2025–2026 pada Senin–Selasa, 20–22 April 2026. Ujian berlangsung di Kampus STAI Taswirul Afkar yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi dengan pengawasan ketat dari jajaran dosen dan tenaga kependidikan.

Pelaksanaan UTS berlangsung bergiliran berdasarkan jadwal mata kuliah yang telah diumumkan sebelumnya. Panitia ujian menekankan ketepatan waktu, kelengkapan administrasi, serta kepatuhan terhadap prosedur akademik. 

Dalam sambutannya sebelum ujian dimulai, Ketua STAI Taswirul Afkar Surabaya, Dr. H. Fathurrahman AR, M.Pd.I, menegaskan pentingnya prinsip moral dalam proses evaluasi akademik. “Kejujuran dan integritas harus tetap dijunjung tinggi oleh pengawas dan mahasiswa,” tegas Dr. Fathurrahman. Ia mengingatkan bahwa ujian bukan sekadar alat pengukuran kemampuan akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter profesional yang bertanggung jawab.

Untuk menindaklanjuti prinsip tersebut, panitia menetapkan sejumlah kebijakan pengamanan ujian, antara lain:
- Verifikasi identitas mahasiswa sebelum memasuki ruang ujian.
- Larangan membawa perangkat elektronik dan catatan kecuali yang diizinkan.
- Penggunaan berita acara elektronik untuk meminimalisir kesalahan administrasi.
- Tim disiplin siap menindak pelanggaran sesuai regulasi akademik.

Berbagai pihak menyambut positif langkah kampus dalam memperkuat integritas akademik. Seorang dosen pengawas menyatakan, “Sikap tegas terhadap kecurangan penting untuk menjaga kualitas lulusan dan kredibilitas institusi.” Sementara beberapa mahasiswa mengaku mendukung aturan ketat tersebut meski merasa tertekan. “Aturan ini membuat kami lebih fokus belajar. Namun, semoga juga ada fasilitas pendukung seperti bimbingan belajar untuk mempersiapkan ujian,” ujar salah satu mahasiswa.

Implikasi penerapan standar integritas ini cukup luas. Ketaatan pada prinsip kejujuran dinilai dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat reputasi institusi, dan mempersiapkan lulusan yang dapat dipercaya di dunia kerja dan masyarakat. Sebaliknya, kegagalan menegakkan integritas berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap hasil pendidikan.

Sebagai penutup, Dr. Fathurrahman mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan UTS bukan sekadar momen penilaian, tetapi juga refleksi komitmen bersama terhadap nilai-nilai akademik. “Mari kita jaga nama baik institusi dengan sikap jujur dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Pelaksanaan UTS Genap ini dijadwalkan selesai pada 21 April, dan hasil sementara ujian akan diumumkan melalui portal akademik kampus sesuai jadwal evaluasi. (Abd)

Semua Berita