Surabaya, 10 Februari 2026 — LP2M STAI Taswirul Afkar Surabaya sukses menyelenggarakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan bimbingan teknis penyusunan laporan serta luaran hasil pengabdian kepada masyarakat pada hari Selasa di Aula STAITA. Kegiatan yang berlangsung interaktif dan penuh semangat ini dihadiri oleh para mahasiswa peserta KKN, dosen pembimbing, ketua LPM serta ketua LP2M, menghadirkan suasana belajar yang hangat dan penuh antusiasme.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua STAI Taswirul Afkar Surabaya, Dr. H. Fathurrahman AR., M.Pd.I. Dalam sambutannya, Dr. Fathurrahman menekankan pentingnya peran KKN sebagai wadah aplikasi ilmu bagi mahasiswa sekaligus kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan KKN dengan integritas, kreativitas, dan orientasi pada hasil yang berdampak. “KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan emas untuk menunjukkan kepedulian dan kemampuan kita dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar beliau disambut tepuk tangan hadirin.
Sesi inti dipandu oleh moderator Dr. H. Rangga Sa’adillah SAP., M.Pd.I., yang menjaga alur diskusi tetap dinamis dan interaktif. Narasumber utama, Muslih, M.Pd.I., menyampaikan materi komprehensif mengenai prosedur pelaksanaan KKN, metode pengumpulan data, strategi pemberdayaan, dan teknik penyusunan laporan serta luaran pengabdian yang memenuhi standar akademik dan kebutuhan stakeholder. Muslih memaparkan langkah-langkah praktis dalam menyusun laporan KKN yang sistematis: mulai dari perencanaan kegiatan, dokumentasi proses, analisis dampak, hingga rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh mitra masyarakat.
Dalam presentasinya, Muslih juga memberi contoh luaran inovatif yang dapat dihasilkan oleh mahasiswa, seperti modul pelatihan berbasis lokal, aplikasi sederhana untuk mendukung usaha mikro, panduan sanitasi berbasis komunitas, hingga produk kreatif yang mendukung ekonomi lokal. Ia menekankan pentingnya keterpaduan antara teori dan praktik serta pemanfaatan teknologi untuk memperbesar jangkauan manfaat pengabdian. “Luaran KKN harus terukur, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat agar dampaknya nyata,” tegas Muslih.
Selama sesi tanya jawab, interaksi antara peserta dan narasumber berlangsung hangat. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait tantangan lapangan, etika pengabdian, pengelolaan waktu, hingga strategi kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Moderator Dr. Rangga Sa’adillah berhasil memfasilitasi diskusi sehingga setiap pertanyaan memperoleh jawaban yang aplikatif dan memotivasi. Beberapa peserta berbagi pengalaman singkat dari prapengabdian yang telah mereka lakukan, memicu diskusi reflektif tentang perencanaan partisipatif dan evaluasi berkelanjutan.
Kegiatan juga menyoroti aspek administratif penting seperti format laporan yang baku, komponen luaran yang harus dicantumkan, serta mekanisme evaluasi LP2M. Peserta mendapatkan pedoman teknis dan contoh template laporan yang memudahkan proses penulisan dan pelaporan akhir. Selain itu, panitia menyediakan materi cetak dan akses ke sumber daya daring sebagai referensi lanjutan.
Secara keseluruhan, acara pembekalan dan bimbingan teknis ini berlangsung lancar dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan memperkuat semangat kolektif untuk melaksanakan KKN dengan lebih profesional dan berdampak. LP2M STAI Taswirul Afkar Surabaya menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi mahasiswa hingga pelaporan akhir dan berharap luaran KKN nanti akan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat mitra serta memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. (Sya)
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua STAI Taswirul Afkar Surabaya, Dr. H. Fathurrahman AR., M.Pd.I. Dalam sambutannya, Dr. Fathurrahman menekankan pentingnya peran KKN sebagai wadah aplikasi ilmu bagi mahasiswa sekaligus kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan KKN dengan integritas, kreativitas, dan orientasi pada hasil yang berdampak. “KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan emas untuk menunjukkan kepedulian dan kemampuan kita dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar beliau disambut tepuk tangan hadirin.
Sesi inti dipandu oleh moderator Dr. H. Rangga Sa’adillah SAP., M.Pd.I., yang menjaga alur diskusi tetap dinamis dan interaktif. Narasumber utama, Muslih, M.Pd.I., menyampaikan materi komprehensif mengenai prosedur pelaksanaan KKN, metode pengumpulan data, strategi pemberdayaan, dan teknik penyusunan laporan serta luaran pengabdian yang memenuhi standar akademik dan kebutuhan stakeholder. Muslih memaparkan langkah-langkah praktis dalam menyusun laporan KKN yang sistematis: mulai dari perencanaan kegiatan, dokumentasi proses, analisis dampak, hingga rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh mitra masyarakat.
Dalam presentasinya, Muslih juga memberi contoh luaran inovatif yang dapat dihasilkan oleh mahasiswa, seperti modul pelatihan berbasis lokal, aplikasi sederhana untuk mendukung usaha mikro, panduan sanitasi berbasis komunitas, hingga produk kreatif yang mendukung ekonomi lokal. Ia menekankan pentingnya keterpaduan antara teori dan praktik serta pemanfaatan teknologi untuk memperbesar jangkauan manfaat pengabdian. “Luaran KKN harus terukur, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat agar dampaknya nyata,” tegas Muslih.
Selama sesi tanya jawab, interaksi antara peserta dan narasumber berlangsung hangat. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait tantangan lapangan, etika pengabdian, pengelolaan waktu, hingga strategi kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Moderator Dr. Rangga Sa’adillah berhasil memfasilitasi diskusi sehingga setiap pertanyaan memperoleh jawaban yang aplikatif dan memotivasi. Beberapa peserta berbagi pengalaman singkat dari prapengabdian yang telah mereka lakukan, memicu diskusi reflektif tentang perencanaan partisipatif dan evaluasi berkelanjutan.
Kegiatan juga menyoroti aspek administratif penting seperti format laporan yang baku, komponen luaran yang harus dicantumkan, serta mekanisme evaluasi LP2M. Peserta mendapatkan pedoman teknis dan contoh template laporan yang memudahkan proses penulisan dan pelaporan akhir. Selain itu, panitia menyediakan materi cetak dan akses ke sumber daya daring sebagai referensi lanjutan.
Secara keseluruhan, acara pembekalan dan bimbingan teknis ini berlangsung lancar dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan memperkuat semangat kolektif untuk melaksanakan KKN dengan lebih profesional dan berdampak. LP2M STAI Taswirul Afkar Surabaya menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi mahasiswa hingga pelaporan akhir dan berharap luaran KKN nanti akan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat mitra serta memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. (Sya)